Sosial 16 Juli 2026
Berawal dari Hobi, Bapak Haji Sugiarto Bagikan Susu Kambing Gratis kepada Warga Desa Sopa’ah
Sopa’ah, Pademawu. Bapak Haji Sugiarto merupakan salah satu warga Desa Sopa’ah, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, yang memiliki hobi memelihara kambing. Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar hobi biasa. Dari kambing-kambing yang dipeliharanya, ia menghasilkan susu yang kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bapak Haji Sugiarto memelihara beberapa ekor kambing hasil persilangan yang mampu menghasilkan susu. Setiap kambing dirawat dengan baik, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga proses pemerahan susu. Kegiatan tersebut dijalankannya dengan tekun karena berawal dari ketertarikan pribadi terhadap dunia peternakan.
Saat diwawancarai oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Madura, Bapak Haji Sugiarto menjelaskan bahwa susu kambing hasil ternaknya tidak diperjualbelikan. Ketika ada warga yang datang dan berniat membeli, ia tidak menerima uang. Susu tersebut justru diberikan secara cuma-cuma kepada siapa pun yang sedang membutuhkan.
Menurut Bapak Haji Sugiarto, susu kambing telah dikenal oleh masyarakat karena dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi tubuh. Oleh karena itu, ia ingin hasil dari ternaknya dapat membantu orang lain. Baginya, susu tersebut akan lebih bermanfaat apabila dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Susu yang masih tersisa biasanya dibawa ke masjid. Ia berharap di sana terdapat jamaah atau warga yang membutuhkannya. Tindakan sederhana tersebut menjadi salah satu bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kesungguhannya dalam memelihara kambing juga terlihat dari pemanfaatan lahan miliknya. Sebagian lahan yang sebenarnya dapat digunakan untuk menanam tembakau justru dijadikan sebagai ladang pakan kambing. Padahal, tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan di Madura yang dapat menghasilkan keuntungan besar ketika harga sedang meningkat.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Bapak Haji Sugiarto tidak menjadikan keuntungan sebagai tujuan utama. Ia lebih memilih menyediakan pakan bagi kambing-kambingnya agar kegiatan peternakan tetap berjalan dan susu yang dihasilkan dapat terus dibagikan kepada masyarakat.
Dalam merawat ternak dan mengelola lahan, Bapak Haji Sugiarto juga menggunakan tenaga pekerja panggilan. Pekerja tersebut akan dipanggil ketika dibutuhkan, seperti saat mencari pakan, membersihkan kandang, atau mengerjakan kegiatan lain di sekitar peternakan.
Kisah Bapak Haji Sugiarto menunjukkan bahwa sebuah hobi dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain. Melalui kambing yang dipeliharanya, ia bukan hanya menghasilkan susu, tetapi juga menumbuhkan nilai kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi di tengah masyarakat Desa Sopa’ah.
Apa yang dilakukan Bapak Haji Sugiarto dapat menjadi contoh bahwa kontribusi kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Berawal dari hobi sederhana, ia mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.
