Katalog UMKM Desa Sopaah

Temukan beragam produk dan jasa dari pelaku usaha warga Desa Sopaah. Dukung ekonomi lokal! 🚀

BUMDES LELE

BUMDES LELE

Makanan & Minuman

Bpk. Karimullah

Desa Sopaah

BUMDes Lele Desa Sopa’ah merupakan salah satu usaha desa yang dikembangkan untuk memanfaatkan potensi lokal serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Usaha ini bergerak dalam bidang budidaya ikan lele, mulai dari proses pembibitan, pemeliharaan, pemberian pakan, hingga pemasaran hasil panen. Budidaya lele dipilih karena memiliki masa pemeliharaan yang relatif singkat, mudah dikembangkan, serta mempunyai permintaan pasar yang cukup tinggi. Keberadaan BUMDes Lele diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan, menambah pendapatan asli desa, dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat Desa Sopa’ah. Selain menjual ikan lele segar, usaha ini juga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk olahan, seperti lele asap, abon lele, keripik lele, dan makanan siap saji. Dengan pengelolaan yang baik, dukungan pemerintah desa, serta partisipasi masyarakat, BUMDes Lele dapat menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Desa Sopa’ah.

Hubungi via WhatsApp
HAWA BATIK

HAWA BATIK

Kerajinan

Bapak. Hafid

Desa Sopaah

Hawa Batik merupakan salah satu usaha batik Madura yang berkembang di Desa Sopa’ah, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Usaha ini menjadi bagian dari potensi ekonomi kreatif desa yang mengolah kekayaan budaya lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Perjalanan Hawa Batik berawal dari kegiatan penjualan batik di Pasar 17 Agustus Pamekasan. Dari kegiatan tersebut, usaha ini terus memperkenalkan produknya kepada masyarakat dan membangun pasar yang lebih luas. Saat ini, Hawa Batik melayani pembelian secara grosir maupun eceran. Jejak digital usahanya juga menunjukkan bahwa produk Hawa Batik telah dikirim kepada pelanggan dari berbagai kota di Indonesia. Proses pembuatan batik memerlukan ketelitian, kesabaran, dan waktu yang cukup panjang. Setiap tahapan, mulai dari pembuatan pola, pencantingan, pewarnaan, hingga penyelesaian kain, harus dilakukan secara hati-hati agar menghasilkan produk yang rapi dan berkualitas. Proses tersebut memperlihatkan bahwa selembar kain batik tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga menyimpan keterampilan dan kerja keras perajinnya. Dalam lingkup yang lebih luas, batik Pamekasan dikenal memiliki beragam motif tradisional, seperti Beras Dhumpa, Cor Cenah, Kembhang Padi, dan Sekar Jagad. Keanekaragaman tersebut menjadi bukti bahwa batik merupakan salah satu bagian penting dari identitas budaya dan kegiatan ekonomi masyarakat Pamekasan. Keberadaan Hawa Batik memberikan peluang bagi Desa Sopa’ah untuk semakin dikenal melalui produk lokalnya. Usaha batik juga dapat membantu membuka kegiatan ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga keterampilan membatik agar tetap diteruskan. Pemerintah Kabupaten Pamekasan mencatat bahwa peningkatan permintaan dan pengembangan produk berbahan batik dapat mendorong perajin kembali menekuni usahanya serta menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Melalui kegiatan observasi dan dokumentasi oleh mahasiswa KKN Kelompok 14 Universitas Madura, proses produksi Hawa Batik diperkenalkan melalui media digital dan website Desa Sopa’ah. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenal produk, proses pembuatan, dan nilai budaya yang terdapat dalam setiap kain batik. Hawa Batik bukan hanya sebuah usaha penjualan kain. UMKM ini menunjukkan bahwa potensi budaya lokal dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang bermanfaat. Dengan pengelolaan informasi usaha, dokumentasi produk, dan pemasaran digital yang lebih konsisten, Hawa Batik memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas serta memperkuat citra Desa Sopa’ah sebagai desa yang memiliki potensi UMKM dan budaya lokal.

Hubungi via WhatsApp
Jamu diba Herbal

Jamu diba Herbal

Makanan & Minuman

Ibu diba

desa sopaah

DIBA merupakan usaha mikro yang bergerak di bidang pengolahan minuman herbal instan yang berlokasi di Desa Sopaah, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. DIBA didirikan dengan tujuan memanfaatkan potensi rempah-rempah alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar menjadi produk yang bernilai tambah dan memiliki manfaat bagi kesehatan. Dengan mengusung konsep produk herbal yang praktis dan berkualitas, DIBA berupaya menghadirkan minuman sehat yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Dalam proses produksinya, DIBA mengutamakan penggunaan bahan-bahan alami seperti jahe, kunyit, serai, lemon, dan kayu manis yang diolah secara higienis sehingga menghasilkan produk yang aman dan berkualitas. Salah satu produk unggulan DIBA adalah DIBA Wedang Herbal Jakuse, minuman herbal instan yang dikemas dalam bentuk sachet sehingga praktis disajikan kapan saja. Sebagai usaha yang berkembang di Desa Sopaah, DIBA tidak hanya berfokus pada penyediaan produk herbal yang berkualitas, tetapi juga berupaya meningkatkan nilai ekonomi rempah-rempah lokal, memperluas peluang usaha masyarakat, serta memperkenalkan produk khas daerah kepada pasar yang lebih luas. Dengan terus berinovasi dalam kualitas produk dan kemasan, DIBA berkomitmen menjadi salah satu merek minuman herbal yang dipercaya oleh masyarakat.

Hubungi via WhatsApp
3 Putri Rengginang

3 Putri Rengginang

Makanan & Minuman

Rengginang 3 Putri, Produk Rumahan Khas Desa Sopa’ah Rengginang 3 Putri merupakan salah satu UMKM rumahan yang berada di Desa Sopa’ah, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Usaha ini dikelola oleh Ibu Sutiha dengan memproduksi rengginang kering yang telah dikemas dan siap dipasarkan kepada konsumen. Nama “3 Putri” diambil dari ketiga anak perempuan Ibu Sutiha yang bersaudara. Nama tersebut menjadi identitas usaha sekaligus menggambarkan kedekatan keluarga yang menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha ini. Proses pembuatan rengginang dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengolahan bahan, pembentukan rengginang, hingga proses penjemuran. Rengginang dijemur sampai benar-benar kering agar memiliki kualitas yang baik dan dapat disimpan lebih lama. Setelah kering, rengginang dikemas dengan rapi dalam bentuk produk mentah yang siap digoreng oleh konsumen di rumah. Pengemasan tersebut membuat produk lebih praktis, mudah dibawa, dan lebih aman selama proses penyimpanan maupun pemasaran. Rengginang 3 Putri menjadi salah satu bukti bahwa usaha rumahan dapat berkembang dengan memanfaatkan keterampilan, ketekunan, dan potensi lokal. Keberadaan UMKM ini juga ikut memperkenalkan makanan tradisional Desa Sopa’ah kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui pemasaran yang lebih konsisten dan pemanfaatan media digital, Rengginang 3 Putri diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen serta terus berkembang sebagai salah satu produk unggulan Desa Sopa’ah.

Hubungi via WhatsApp

© 2026 Website Desa Sopaah - Program Kerja KKN Universitas Madura