Berita & Pengumuman Desa

Ikuti informasi terbaru, kegiatan warga, dan pengumuman resmi dari Pemerintah Desa Sopaah.

Pembukaan KKN Universitas Madura Kelompok 14 di Desa Sopa’ah Berlangsung Lancar
Berita Utama
12 Juli 2026 Umum

Pembukaan KKN Universitas Madura Kelompok 14 di Desa Sopa’ah Berlangsung Lancar

Sopa’ah, Pademawu- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Madura Kelompok 14 melaksanakan kegiatan pembukaan KKN di Balai Desa Sopa’ah, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya pelaksanaan program KKN mahasiswa di Desa Sopa’ah. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Sopa’ah, perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan, mahasiswa KKN, serta tamu undangan. Kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKN, Dosen Pembimbing Lapangan, dan Kepala Desa Sopa’ah. Setelah itu, dilakukan prosesi serah terima mahasiswa KKN kepada Pemerintah Desa Sopa’ah sebagai bentuk penerimaan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperkenalkan seluruh anggota kelompok dan menyampaikan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN. Program tersebut meliputi pembuatan website desa, pembuatan rocket stove, edukasi pengelolaan sampah, pembuatan profil digital dan peta potensi desa, serta pengembangan digital branding bagi UMKM lokal. Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan Desa Sopa’ah. Kegiatan pembukaan diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah.

Berita Terbaru

Berawal dari Hobi, Bapak Haji Sugiarto Bagikan Susu Kambing Gratis kepada Warga Desa Sopa’ah
Sosial

Berawal dari Hobi, Bapak Haji Sugiarto Bagikan Susu Kambing Gratis kepada Warga Desa Sopa’ah

Sopa’ah, Pademawu. Bapak Haji Sugiarto merupakan salah satu warga Desa Sopa’ah, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, yang memiliki hobi memelihara kambing. Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar hobi biasa. Dari kambing-kambing yang dipeliharanya, ia menghasilkan susu yang kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Bapak Haji Sugiarto memelihara beberapa ekor kambing hasil persilangan yang mampu menghasilkan susu. Setiap kambing dirawat dengan baik, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga proses pemerahan susu. Kegiatan tersebut dijalankannya dengan tekun karena berawal dari ketertarikan pribadi terhadap dunia peternakan. Saat diwawancarai oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Madura, Bapak Haji Sugiarto menjelaskan bahwa susu kambing hasil ternaknya tidak diperjualbelikan. Ketika ada warga yang datang dan berniat membeli, ia tidak menerima uang. Susu tersebut justru diberikan secara cuma-cuma kepada siapa pun yang sedang membutuhkan. Menurut Bapak Haji Sugiarto, susu kambing telah dikenal oleh masyarakat karena dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi tubuh. Oleh karena itu, ia ingin hasil dari ternaknya dapat membantu orang lain. Baginya, susu tersebut akan lebih bermanfaat apabila dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Susu yang masih tersisa biasanya dibawa ke masjid. Ia berharap di sana terdapat jamaah atau warga yang membutuhkannya. Tindakan sederhana tersebut menjadi salah satu bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Kesungguhannya dalam memelihara kambing juga terlihat dari pemanfaatan lahan miliknya. Sebagian lahan yang sebenarnya dapat digunakan untuk menanam tembakau justru dijadikan sebagai ladang pakan kambing. Padahal, tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan di Madura yang dapat menghasilkan keuntungan besar ketika harga sedang meningkat. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Bapak Haji Sugiarto tidak menjadikan keuntungan sebagai tujuan utama. Ia lebih memilih menyediakan pakan bagi kambing-kambingnya agar kegiatan peternakan tetap berjalan dan susu yang dihasilkan dapat terus dibagikan kepada masyarakat. Dalam merawat ternak dan mengelola lahan, Bapak Haji Sugiarto juga menggunakan tenaga pekerja panggilan. Pekerja tersebut akan dipanggil ketika dibutuhkan, seperti saat mencari pakan, membersihkan kandang, atau mengerjakan kegiatan lain di sekitar peternakan. Kisah Bapak Haji Sugiarto menunjukkan bahwa sebuah hobi dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain. Melalui kambing yang dipeliharanya, ia bukan hanya menghasilkan susu, tetapi juga menumbuhkan nilai kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi di tengah masyarakat Desa Sopa’ah. Apa yang dilakukan Bapak Haji Sugiarto dapat menjadi contoh bahwa kontribusi kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar. Berawal dari hobi sederhana, ia mampu menghadirkan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

16 Juli 2026
Mahasiswa KKN Universitas Madura Bangun Rocket Stove di Balai Desa Sopa’ah
Umum

Mahasiswa KKN Universitas Madura Bangun Rocket Stove di Balai Desa Sopa’ah

Sopa’ah, Pademawu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Madura Kelompok 14 melaksanakan pembuatan rocket stove di halaman depan Balai Desa Sopa’ah, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sampah dan pemanfaatan teknologi sederhana di lingkungan desa. Pembuatan rocket stove dilakukan oleh mahasiswa melalui beberapa tahapan, mulai dari menentukan lokasi, mengukur area pembangunan, menyiapkan bahan, hingga menyusun bagian utama tungku. Mahasiswa bekerja secara bersama-sama agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Rocket stove merupakan tungku pembakaran yang menggunakan sistem aliran udara untuk membantu proses pembakaran menjadi lebih terarah. Teknologi ini dibuat dengan bentuk sederhana sehingga dapat diterapkan menggunakan bahan yang mudah diperoleh. Keberadaan tungku tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai penggunaan teknologi tepat guna dalam mendukung pengelolaan lingkungan. Pemilihan lokasi di depan Balai Desa Sopa’ah bertujuan agar masyarakat dapat melihat secara langsung bentuk dan cara kerja rocket stove. Lokasi tersebut juga dinilai strategis karena berada di pusat kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat desa. Selain membangun tungku, mahasiswa KKN Universitas Madura juga memberikan penjelasan mengenai fungsi dan penggunaan rocket stove. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal bentuk alat tersebut, tetapi juga memahami pentingnya mengelola sampah dengan lebih tertib dan bertanggung jawab. Program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya melaksanakan kegiatan secara teoritis, tetapi juga menghasilkan sarana yang dapat dilihat dan dimanfaatkan secara langsung di lingkungan desa. Pemerintah Desa Sopa’ah menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya desa dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi unsur penting agar program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. Melalui pembangunan rocket stove, mahasiswa KKN Universitas Madura Kelompok 14 berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan teknologi sederhana. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan Desa Sopa’ah yang lebih bersih, tertata, dan peduli terhadap permasalahan sampah. Pembuatan rocket stove tersebut membuktikan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit. Perencanaan yang baik, kerja sama, dan pemanfaatan bahan yang tersedia dapat menghasilkan sarana yang berguna bagi masyarakat dan lingkungan desa.

12 Juli 2026

Papan Pengumuman

Belum ada pengumuman baru.

Layanan Cepat

© 2026 Website Desa Sopaah - Program Kerja KKN Universitas Madura